Hakikat Pendidikan Matematika


Bagi mahasiswa yang mengambil jurusan keguruan dan ilmu pendidikan, istilah tersebut di atas bukan istilah yang asing lagi. Beberapa mata kuliah yang sering membahas tentang permasalahan tersebut adalah: Strategi Belajar Mengajar Matematika, Telaah Kurikulum, Belajar dan Pembelajaran, dan Profesi Kependidikan. Dengan tidak meninggalkan makna yang sebenarnya, Penulis mengulas kembali dalam bentuk yang singkat.


Mengapa topik ini penting ?
Pada dasarnya hidup yang bermakna adalah hidup dengan tujuan. Setiap orang melakukan suatu aktifitas pasti dia memiliki tujuan tertentu, sehingga bagi seorang pendidik mengetahui dan memahami tujuan pendidikan matematika bagi calon pendidik dan tenaga kependidikan khususnya yang mengampu mata pelajaran matematika merupakan suatu keharusan dan kewajiban. Dasar pemikiran tersebut adalah bagaimana seorang pendidik dapat merencanakan dan melaksanakan perannya dengan baik jika dia tidak mengetahui sasaran atau titik akhirnya. Dengan istilah lain untuk dapat mencapai tujuan tertentu dengan baik dan efisien, maka diperlukan suatu pemahaman yang mendalam atas makna dan maksud dari tujuan itu sendiri. Sehingga dapat dirancang suatu proses dan rencana yang baik untuk mencapainya.

Apakah Pendidikan Matematika itu ?

Pendidikan Matematika dapat diuraikan menjadi dua, yaitu: pendidikan dan matematika.

  • A. Pendidikan

  • Pendidikan dan belajar merupakan sesuatu yang tidak terpisahkan. Belajar dapat diartikan sebagai segala daya dan upaya manusia secara sadar untuk mendapatkan suatu kemampuan atau ketrampilan yang bermanfaat. Untuk itu seseorang dikatakan belajar jika dia mendapatkan suatu ketrampilan dalam keadaan sadar dan atas usaha dan kehendak sendiri. Sedangkan pendidikan merupakan suatu proses yang membantu manusia dalam belajar, sehingga hasil dari proses tersebut dapat digunakan dalam menghadapi permasalahan tertentu.


  • B. Matematika

  • Menurut Jonson dan Rising, "Matematika dikatakan sebagai pengetahuan struktur yang terorganisasi, sifat-sifat atau teori dibuat secara deduktif berdasarkan pada unsur yang didefinisikan, aksioma, teori yang telah dibuktikan kebenarannya."(Jonson dan Rising, 1972). Dengan kata lain matematika merupakan suatu bahasa yang dilukiskan dengan bilangan atau simbol tertentu yang didefinisikan dengan cermat dan jelas.

Dari dua pengertian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan matematika adalah suatu proses yang membantu manusia untuk mendapatkan kemampuan atau ketrampilan dalam mengorganisasikan bilangan atau simbol secara terstruktur berdasarkan aturan dan teori yang sudah didefinisikan secara jelas sehingga dapat diperoleh hasil yang benar dan dapat diterapkan dalam kehidupannya.


Jadi apakah Hakikat Pendidikan Matematika itu ?

Keindahan matematika terletak pada kerumitan dan teka-teki yang mungkin muncul dalam suatu permasalahan matematika. Rasa puas akan muncul ketika teka-teki tersebut dapat terselesaikan dengan baik. Kekuatan matematika terletak pada keabstrakannya. Walaupun dalam tingkat pendidikan dasar proses pembelajarannya masih bersifat kongkrit, tapi dalam tingkat pendidikan selanjutnya siswa diarahkan untuk berpikir secara abstrak. Keabstrakan tersebut memungkinkan penggunaan atau penerepan matematika dalam berbagai bidang ilmu serta dalam kehidupan sehari-hari. Keistimewaan matematika yang lain adalah polanya yang terstruktur. Pembiasaan berpikir secara terstruktur sangat bermanfaat ketika digunakan dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan sosial dan kehidupan.

Sangat disayangkan jika matematika dilihat atau mengutamakan pada hasil akhirnya saja.Walaupun hasil akhir yang benar merupakan suatu titik akhir dari suatu kasus, akan tetapi prosesnyalah yang memberikan mannfaat atas bertambahnya ketrampilan dan kemampuan dalam berpikir. Kemampuan dan ketrampilan berpikir siswalah yang seharusnya diasah. Sehingga matematika yang diperoleh adalah matematika yang bersifat lestari. Rumus-rumus praktis yang diberikan kepada siswa tanpa memperlihatkan struktur penemuan rumus tersebut, secara tidak langsung mengikis kemampuan dan ketrampilan mereka. Ketrampilan dan daya imajinasi mereka juga terkikis oleh soal-soal matematika yang hanya berbentuk pilihan ganda tanpa disertai dengan soal uraian. Soal-soal pilihan ganda hanya menilai hasil akhirnya saja, tanpa melihat struktur berpikir siswa

Terlepas dari nilai atau hasil akhir dari suatu kasus matematika, pada hakikatnya pendidikan matematika adalah suatu proses yang meharapkan terbentuknya manusia yang memiliki suatu pola pikir terstruktur, mental yang tangguh, bersifat sabar dan ulet.

No comments: